PRESIDEN JOKO WIDODO: BENTUK SMK PERFILMAN JELANG HARI FILM NASIONAL KE-68

Jelang Hari Film Nasional ke 68, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy untuk membentuk SMK Perfilman. Presiden menilai bahwa desakan untuk membentuk SMK Perfilman ini guna membuka lapangan pekerjaan karena dalam pembuatan film nasional sedang kekurangan kru, maka kekurangan-kekurangan ini harus juga diisi dengan yang berkompeten.

Hal ini karena adanya penelitian dengan hasil bahwa dalam dua tahun terakhir, film nasional mengalami pertumbuhan yang sangat baik. Pertumbuhan ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah bioskop dan juga jumlah penonton, tetapi peningkatan jumlah bioskop dan pembuatan film tidak diiringi dengan peningkatan jumlah kru pembuat film. Katalog Film Indonesia (KFI) melaporkan data jumlah penonton pada tahun 2016 mencapai 37,2 juta penonton, setahun kemudian meningkat mencapai 42,7 juta penonton pada tahun 2017.

Presiden mendesak Mendikbud dalam hal membentuk SMK Perfilman setelah acara nonton bareng film Indonesia berjudul “Yo Wis Ben” di Malang Town Square, Jawa Timur pada Rabu, 28 Maret 2018 lalu. Presiden didampingi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan – Muhadjir Effendy, Sekretaris Kabinet – Pramono Agung, Kepala Badan Ekonomi Kreatif – Triawan Munaf dan Gubernur Jawa Timur – Soekarwo. Selain itu para pemain dari film “Yo Wis Ben” yang juga turut hadir adalah Bayu Skak, Brandon Salim, Joshua Suherman, Devina Aureel dan sutradara Fajar Nugros.

Film “Yo Wis Ben” mendapat penghargaan tinggi  dari Presiden. Presiden juga  turut bangga karena film ini merupakan sebuah film yang mengangkat kebudayaan Indonesia lewat komunikasi film itu sendiri yang menggunakan bahasa daerah Jawa Timur, tetapi tetap ada terjemahan bahasa Indonesia sehingga semua dapat menikmati film ini yang wajib ditonton dengan alur cerita yang bagus. Presiden berharap film Nasional menjadi wadah bagi pembuat film untuk bertumbuh dan berkreasi sehingga jumlah penonton juga semakin meningkat.

Tahun 2018, Mendikbud menyerahkan Sertifikat Asesor kepada 10 orang yang mewakili 40 Asesor dari semua profesi dalam produksi film dan pendidikan, yaitu: Ria Irawan dari pemeran; Sekar Ayu Asmara dari penyutradaraan; Lintang Pramudia Wardani dari penulis scenario; Dewi Alibasah dari editing; Han Revo Joang dari tata artistik, Bowi  dari casting; Yayat dari VFX dan animasi; Iwan Darmawan dari tata suara dan Erlan dari pendidikan.

 

(Anastasia Pongtuluran)