SOSIALISASI APLIKASI ELEKTRONIK-DAFTAR DAN IZIN FILM (e-DIF)

Bapak Kholid Fathoni

JAKARTA, Pusbangfilm-, Kepala Bidang Perizinan dan Pengendalian, M. Kholid Fathoni mewakili Kepala Pusat Pengembangan Perfilman membuka secara resmi acara Sosialisai Layanan Perizinan Berbasis Elektronik (e-DIF) di ruang sidang Lembaga Sensor Film (LSF) Gedung Film lantai 7, Kamis (4/5/2017). Sosialisasi layanan perizinan ini diikuti oleh para produser film dari berbagai rumah produksi (PH), stasiun TV, dan perwakilan dari LSF. Pada kesempatan ini, Kholid Fathoni menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi kekinian terkait kondisi perfilman dan memberikan informasi secara jelas terhadap proses layanan perizinan secara elektronik yang dilakukan oleh Pusat Pengembangan Perfilman. Sosialisasi pada hari ini belum bisa mengundang seluruh rumah produksi (PH) karena keterbatasan tempat, sementara jumlah PH yang terdaftar cukup banyak. Menurut Kholid Fathoni, walaupun kegiatan sosialisasi layanan perizinan baru dilaksanakan sekarang, tetapi layanan perizinan perfilman secara elektronik oleh Pusbangfilm sudah mulai dilaksanakan sejak awal Januari 2017. Harapanya, ke depan layanan perizinan yang sudah dilakukan oleh Pusbangfilm bisa ditingkatkan menjadi lebih baik lagi. Selain itu, dijelaskan juga bahwa layanan perizinan perfilman secara elektronik ini prosesnya dilakukan secara cepat dan tidak ada biaya apapun yang dikenakan kepada pemohon.

Bapak Wawan Setiawan

Pada kesempatan ini, Kepala Sekretariat LSF Wawan Setiawan, yang menjadi salah satu narasumber memberikan apresiasi kepada Pusbangfilm dan berharap kerja sama yang lebih erat antara LSF dan Pusbangfilm, sehingga untuk layanan Tanda Pemberitahuan Pembuatan Film (TPPF) yang selama ini dilayani oleh LSF bisa segera dialihkan ke Pusbangfilm. Selain itu, Wawan berharap ke depan untuk layanan perizinan perfilman bisa dilakukan dengan lebih mudah dan cepat. Sosialisasi layanan perizinan perfilman berbasis elektronik ini menjadi suatu hal yang sangat penting bagi para produser. Hal ini terbukti dari antusianya para peserta menerima paparan dari tim aplikasi dan LSF, dilanjutkan dengan simulasi dan diskusi interaktif yang dipandu oleh M. Sanggupri sebagai moderator. Pada sesi Tanya jawab, tercatat banyak peserta yang menanyakan prosedur pengajuan TDUP, IUP, TPPF, dan SRIF. Hal ini menggambarkan bahwa layanan perizinan perfilman oleh Pusbangfilm diterima dengan baik oleh peserta. Harapannya, masih ada kegiatan sosialisasi lanjutan yang dilaksanakan oleh Pusbangfilm supaya informasi tentang layanan perizinan perfilman ini bisa lebih lengkap dan merata ke seluruh perusahaan perfilman dan insan perfilman.

Suasana Sosialisasi e-DIF