Banda,  The Dark Forgotten Trail: Tentang Sebuah Pulau yang Menggemparkan Dunia untuk Kemudian Terlupakan

Indonesia kaya akan rempah-rempah. Itu sudah menjadi predikat bangsa kita sejak dulu dan menjadikan alasan negara-negara barat datang ke Nusantara.

Dalam film dokumenter Banda, The Dark Forgotten Trail, Jay Subiakto selaku sutradara  bertutur tentang masa saat Indonesia berjaya dan terkenal akan kekayaan rempah-rempah sehingga bangsa kolonial rela menumpahkan darah demi membawa kekayaan itu.

Film dokumenter yang diproduseri Lala Timothy di bawah rumah produksi Lifelike Pictures ini menggambarkan tentang Kepulauan Banda yang menjadi destinasi penjajah dari benua Eropa dan Amerika karena menjadi satu-satunya di mana buah pala terbaik tumbuh.  Buah pala adalah komoditas rempah yang sebenarnya berpengaruh besar terhadap kolonialisme negara Barat di seluruh dunia pada masa itu. 

Di Banda,  pembantaian massal dan perbudakan terjadi pertama kali di Indonesia.  Perebutan kekuasaan di atas darah rela dilakukan demi menancapkan bendera di Banda. 

Tidak hanya mengangkat peristiwa perseteruan, genosida dan perdagangan pala, film ini juga menganut ide-ide kebangsaan yang menarik untuk disimak. Semangat nasionalisme jauh dari kesan hambar dan sukses membuat kita tidak harus berusaha untuk menahan kantuk.  

 Film berdurasi 94 menit ini bercerita tentang kisah kekuasaan dan keserakahan manusia dalam latar sejarah Kepulauan Banda dan buah pala yang menyebabkan ekspedisi-ekspedisi besar dunia dan ironinya yang membuat Kepulauan Banda dan komoditasnya saat ini nyaris dilupakan.

Iringan musik dan alam visual,  khususnya pemandangan Indonesia Timur dan keragaman budayanya dalam film ini dimainkan secara harmonis. Narasi yang apik karya Muhamad Irfan Ramly dalam film ini juga layak diapresiasi tinggi. 

Penulis : Carisya Nuramadea Editor : Marlina Yulianty