Halalbihalal Keluarga Besar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2017

Jakarta, Selasa 4 Juli 2017, keluarga besar Kementerian Pendidikan Kebudayaan mengadakan acara Halalbihalal 2017 sekaligus peringatan datangnya 1 Syawal 1438 H. Acara ini tentunya menjadi momen silaturahmi dan melanggengkan tradisi saling bersalaman sebagai ungkapan untuk saling memaafkan, ramah tamah dan makan bersama seluruh staf dan tenaga ahli di lingkungan Kementerian Pendidikan Kebudayaan.

Acara Halalbihalal ini berlangsung singkat tapi cukup berkesan dengan tausyiah dan pidato singkat dari Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P dan Prof. Arief Rachman mengenai makna idulfitri dan ketakwaan serta hubungannya dengan kerja dan kinerja seluruh staf di lingkungan Kemdikbud.

Selain dihadiri oleh staf di lingkungan Kemdikbud, acara Halalbihalal ini juga dihadiri langsung oleh Ibu Wida Muhadjir Effendy, Sekretaris Jenderal, Direktur Jenderal GTK, Direktur Jenderal PAUD DIKMAS, Direktur Jenderal Dikdasmen, Direktur Jenderal Kebudayaan, Kepala Balitbang hingga Direksi PT. Bank Indonesia dan Direksi PT. Bank Rakyat Indonesia.

Sekitar pukul sepuluh pagi acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al Qur’an yang dikumandangkan dengan merdu oleh Dr. H. Syaiful Rohim, M.Pd yang pernah menjadi Juara I MTQ mahassiswa tingkat nasional pada tahun 2001 yang kemudian dilanjutkan dengan pidato dari Prof. Dr. Muhajir Effendy tentang makna idulfitri di lingkungan staf Kemdikbud.

“Siapa yang melaksanakan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh, maka dosa akan dibakar. Oleh karena itu, kita sering menyebut momen ini sebagai kembali ke fitrah, “ ujar Prof. Dr. Muhajir Effendy. Beliau juga sempat menyematkan harapannya di bulan baru Syawal ini dan menghibau agar seluruh staf bisa memulai lembaran baru dengan bekerja lebih baik untuk bangsa dan kemajuan Indonesia melalui jasa bakti di bidang pendidikan.

Tak lupa tausyiah dan pidato dari Prof. Arief Rahman yang mengingatkan bahwa bekerja demi kebaikan jutaan murid dan ribuan ragam kebudayaan Indonesia sangatlah tidak mudah. Meski tidak mudah, beliau menambahkan bahwa pekerjaan ini merupakan bentuk keimanan dan ketakwaan kita terhadap Allah swt.

“Takwa itu beriman, dan pekerjaan kita adalah bentuk keimanan kita pada Allah swt. Segala bentuk pekerjaan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah swt.” Beliau juga menyampaikan harapannya yaitu agar Kemdikbud di masa yang akan datang bisa jadi salah satu kementerian yang strategis dalam memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Penulis: Carisya Nuramadea Editor: Marlina Yulianti