PAMERAN REMBUK NASIONAL PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2017

JAKARTA, Pusbangfilm -, Mendikbud, Muhadjir Effendy melakukan pengguntingan pita di pintu masuk tempat pameran Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) tahun 2017 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), Kemendikbud, Bojongsari, Sawangan, Jawa Barat, Rabu (25/1/2017) sore, sebagai tanda Pameran sudah dibuka untuk umum. Pameran ini merupakan bagian tak terpisahkan dari agenda RNPK yang rutin dilaksanakan di awal tahun Sementara Itu, Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi pada saat konferensi pers mengatakan, pada hari kedua Kamis (26/1/17),

Presiden RI, Joko Widodo membuka RNPK tahun 2017 di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta Pusat yang sekaligus pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada 2.844 anak yatim piatu.

Pameran RNPK sendiri diramaikan oleh sebanyak 24 stand yang terdiri dari stand Kemendikbud dan beberapa sekolah kejuruan, serta lembaga pegiat pendidikan dan kebudayaan. Pusat Pengembangan Perfilman juga turut meramaikan pameran RNPK dengan menampilkan film-film pendek dan dokumenter hasil fasilitasi Pusbangfilm. Mendikbud sesaat setelah pembukaan menyempatkan diri untuk meninjau stand Pusbangfilm,

Mendikbud menunjukkan minat yang cukup tinggi terhadap beberapa judul film dokumenter yang dipajang. Peserta pameran pun menunjukkan antusiasme yang sama terhadap film-film dokumenter hasil fasilitasi Pusbangfilm, hal ini terlihat dari banyaknya permintaan film yang datang baik dari dinas pendidikan dan kebudayaan maupun dari instansi sekolah. Adapun film hasil fasilitasi Pusbangfilm yang paling banyak mencuri perhatian pengunjung antara lain Film Dokumenter Presiden-Presiden Republik Indonesia dan film animasi anak-anak.

Di samping itu, Pusbangfilm juga mengadakan kuis berhadiah 40 tiket nonton di XXI yang semuanya habis untuk pemenang kuis dan nonton bareng film-film Indonesia antara lain Athirah, Demi Ucok dan Ada Surga di Rumahmu. Atase Kebudayaan RI untuk Filipina yang berkunjung ke stand Pusbangfilm menyatakan bahwa Pusbangfilm hendaknya memperbanyak fasilitasi film-film dengan konten sejarah dan budaya Indonesia sebagai salah satu bentuk diplomasi budaya. (MY)