Presiden Joko Widodo Buka Acara Rembuknas 2017

Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo meresmikan acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2017, hari ini (26.1.2017), di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta. Selain peserta yang berasal dari internal Kemendikbud, Kepala Dinas Pendidikan Propinsi seluruh Indonesia, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kab/kota se-Indonesia, unsur Organisasi Guru, UPT Kebudayaan, Lembaga Sensor Film, Dewan Kesenian Propinsi dan para pemangku kepentingan bidang pendidikan lainnya, sebanyak 2.844 siswa yatim piatu yang berasal dari 309 sekolah di wilayah Jakarta Bogor Depok Tanggerang Bekasi (Jabodetabek) juga hadir di acara tersebut untuk menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP).

KIP merupakan bagian dari program prioritas pemerintah dalam upaya memperluas jangkauan layanan pendidikan, terutama bagi anak keluarga tidak mampu yang berusia 6 sampai dengan 21 tahun. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pun menjelaskan bahwa pemberian KIP kepada 2.844 siswa yatim piatu di wilayah Jabodetabek ini sebagai upaya membangun pendidikan dan kebudayaan yang merata, berkeadilan dan berkualitas, yang merupakan salah satu titik fokus pemerintah di tahun 2017 ini. Penyerahan KIP dilakukan secara simbolis oleh Presiden sebelum membuka secara resmi Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2017. Bahkan dengan gaya santainya, Presiden berdialog dengan para siswa penerima KIP serta memberikan hadiah sepeda kepada siswa yang bisa menjawab pertanyaannya. Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan diselenggarakan selama tiga hari, tanggal 25 s.d. 27 Januari 2017. Tiga isu penting menjadi bahasan utama agenda tersebut yaitu peningkatan pemerataan layanan pendidikan; peningkatan mutu, relevansi dan daya saing; dan penguatan tata kelola pendidikan dan kebudayaan.⁠⁠⁠⁠