FORUM DISKUSI KOORDINASI DENGAN KOMUNITAS PERFILMAN: BAGAIMANA FILM INDONESIA DAPAT BERKIPRAH DI KANCAH DUNIA INTERNASIONAL?

2019-02-08 10:35:16

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui satuan kerja Pusat Pengembangan Perfilman, menyelenggarakan kegiatan Seminar Forum Koordinasi dengan Komunitas bertema: “Strategi Menembus Pasar Film Internasional” pada tanggal 7 Februari 2019 bertempat di Hotel Akmani, Jakarta.

Sebagai salah satu produk budaya, film merupakan media strategis untuk pendidikan dan menyebarkan budaya Indonesia, baik dalam tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat film dapat diakses oleh masyarakat.

Dewasa ini, sumber daya manusia Indonesia di dalam industri perfilman nasional telah mengalami perkembangan yang cukup baik. Sebaliknya, dalam kancah film internasional tidak demikian. Masih belum banyak sineas-sineas Indonesia yang filmnya berhasil menembus industri perfilman internasional seperti festival film tingkat internasional dan penayangan film Indonesia di luar negeri. Oleh karena itu, untuk mendorong semangat para sineas muda Indonesia untuk terus berkarya menghasilkan film Indonesia yang mencapai standar internasional, maka perlu dilaksanakan kegiatan temu komunitas dengan narasumber yang relevan dengan tema yang telah disebutkan.

Maman Wijaya selaku Kepala Pusat Pengembangan Perfilman mengungkapkan optimismenya terhadap kiprah film Indonesia di kancah internasional, “Jumlah film Indonesia yang berpartisipasi baik di festival maupun pemutaran di luar negeri tiap tahun semakin meningkat, tidak hanya sineas dari kota-kota besar saja tapi ternyata karya sineas dari luar Jakarta pun banyak yang memiliki prestasi yang membanggakan.”. Lebih lanjut, Maman Wijaya juga menegaskan komitmen Pusbangfilm untuk terus mendukung dan mengapresiasi film Indonesia agar dapat menjadi raja di dalam negeri dan menjadi primadona di luar negeri.

Andi Arsyil, aktor film Ketika Cinta Bertasbih (2009), Tukang Bubur Naik Haji (2012-2017)  membahas peran aktor menghidupkan karakter yang diterima pasar. “Pemilihan genre juga penting karena tidak semua genre dapat diterima oleh penonton di negara lain, produser harus jeli membaca selera pasar internasional” tegas aktor yang belakangan ini juga merambah peran sebagai produser.

Livi Zheng, sutradara film yang bermukim di Amerika Serikat berbagi pengalamannya dalam mempromosikan Indonesia melalui film di kancah Internasional. Selain Livi, juga hadir Manoj Punjabi yang menyampaikan kiat-kiat memproduksi film yang dapat diterima pasar dalam negeri maupun luar negeri. “Sebenarnya menaklukkan pasar lokal saja masih merupakan pekerjaan rumah yang masih membebani pelaku film, masih banyak film lokal yang sulit mendapatkan layar. Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, di negara-negara majupun masih terjadi sehingga memang sinergi antara sineas dan pemerintah perlu terjalin dengan baik”. Ungkap produser yang juga pendiri rumah produksi MD Entertainment. Senada dengan pernyataan Manoj, Ibu Suzein dari Fakultas Film dan Televisi, Institut Kesenian Jakarta menyatakan bahwa pemerintah perlu mendirikan unit atau lembaga khusus yang berperan sebagai kurator dan konsultan bagi film Indonesia yang akan berkiprah di pasar internasional. “lembaga inilah yang akan melakukan kajian film-film apa yang menjadi trend di setiap festival, mereka pula yang menjadi kurator sehingga bukan tidak mungkin suatu saat nanti akan ada film Indonesia yang sukses membawa pulang piala Oscar atau Golden Globes”. (MY/MNV).

Tags
Paling Populer
img
2018-08-16 16:35:11
Terbaru
img img img img img img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img