PUSBANGFILM BEKERJASAMA DENGAN APROFI MENYELENGGARAKAN “SCRIPT TO SCREEN FILM WORKSHOP INDONESIA”

2019-02-22 08:13:14

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm) bersama Asosiasi Produser Film Indonesia (Aprofi), Motion Picture Association (MPA), Asia Pacific Screen Awards, Artisan Gateway, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Badan Perfilman Indonesia (BPI) menyelenggarakan lokakarya dengan tema “Script to Screen Film Workshop Indonesia” selama dua hari yang dimulai pada tanggal 21 Februari 2019 hingga 22 Februari 2019 di CGV, FX Sudirman, Senayan, Jakarta.

Tujuan diadakannya lokakarya ini menjadi langkah pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas sineas-sineas Indonesia. Sesuai dengan pernyataan oleh Kepala Bidang Perizinan, Pengendalian dan Fasilitasi Perfilman (Kabid. PPF Pusbangfilm), Dra. Dian Srinursih, M. Si bahwa saat ini perkembangan perfilman di Indonesia sudah sangat meningkat, hal ini dapat diukur dari sisi kuantitas, “Hal ini cukup menggembirakan, tetapi masih harus menjadi perhatian kita bersama khususnya sineas untuk lebih meningkatkan kualitas film Indonesia.” Tegasnya sesaat sebelum membuka acara secara resmi.

Presiden Artisan Gateway, Rance Pow hadir pada sesi pertama dengan membahas tren perfilman di Asia Pasifik. Beliau merupakan salah satu konsultan di bidang perfilman yang menangani klien di sepuluh negara. Pow menjelaskan bahwa Indonesia berada di urutan keenam dari lima belas negara Asia Pasifik yang mengalami peningkatan dalam pergerakan industri perfilman.

Sesi selanjutnya adalah diskusi bersama produser film ‘Dreadout’, Edwin Nazir dan produser mini seri ‘Brata’, E.S. Ito yang dipandu oleh Fauzan Zidni selaku Ketua Aprofi. Dalam sesi , Edwin dan Ito membahas terkait pengalaman memproduksi film, khususnya film yang diadaptasi dari berbagai media seperti novel dan gim daring.

Sesi terakhir pada hari pertama ditutup oleh pembicara Jason van Genderen selaku pendiri Filmbreaker. Filmbreaker merupakan suatu komunitas yang menggunakan telepon genggam sebagai alat produksi film. Beliau menjelaskan kiat-kiat memproduksi film yang berkualitas dengan memaksimalkan penggunaan telepon genggam.

Sebagai rangkaian dari acara lokakarya, penyelenggara turut menghadirkan 10 peserta finalis film pitch competition hari kedua pada Jumat (22/02/2019). Mereka adalah Aji Aditya (Family Trip), Cahya Daulay (The Everwood), Ezra Putra Situmorang (Ancestors “Sword of Kalimantan), Fajar Putra S (Unkindness), Ifa Isfansyah (Yuni), Makbul Mubarak (Autobiography), Meiske Taurisia (Vengeance is Mine, All Others Pay Cash), Sim F (Radio Rimba), Yosep Anggi Noen (Seorang Perempuan Bernama Silah dan Lelaki Bernama Dua), Zen Al Ansory (Annisa).

Tags
Paling Populer
img
2018-08-16 16:35:11
Terbaru
img img img img img img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img