PUSBANGFILM KEMBALI GELAR PRAKONVENSI SKKNI

2019-05-22 14:14:42

Jakarta - Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kembali menggelar Prakonvensi Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia untuk 9 bidang keahlian perfilman. Bertempat di Hotel Grandhika Iskandarsyah, kegiatan yang berlangsung sejak kemarin (Selasa, 21/4/2019) hingga Kamis (23/4/2019) menghadirkan perwakilan dari masing-masing asosiasi profesi. Peserta yang hadir mewakili unsur: Asosiasi Profesi bidang perfilman; Asosiasi Industri Perfilman; Badan Perfilman Indonesia; Karyawan Film dan Televisi; LSP Kreator Film dan Televisi; Program Studi dan Film Universitas; serta Biro Hukum dan Organisasi Kemendikbud.

Tahun lalu, kegiatan serupa berhasil merumuskan SKKNI bidang produksi film yakni tata kamera, tata artistik, tata suara, serta editing. Aris Hermanto, Kasubdit Pengembangan dan Harmonisasi Standar Kompetensi, Ditjen Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan bahwa dari keempat bidang SKKNI yang diajukan tahun lalu, tiga diantaranya sudah disetujui. "Sekarang tinggal menunggu SKKNI untuk bidang tata suara untuk ditandatangani surat keputusan oleh Menteri Ketenagakerjaan, surat keputusan untuk ketiga bidang lain yakni tata kamera, tata artistik, dan editing sudah dapat dicek secara daring melalui laman Kemenaker." ungkapnya di hadapan tenaga asesor kemarin.

Puspa Dewi, Kasubid Tenaga Perfilman Pusbangfilm menjelaskan bahwa rancangan SKKNI yang dibahas pada kesempatan ini telah dirumuskan oleh tim perumus yang berasal dari berbagai asosiasi profesi, serta telah melalui proses verifikasi internal sebelumnya. Adapun kesembilan bidang yang dibahas pada prakonvensi kali ini antara lain: pemeranan, penyutradaraan, skenario, grip, tata cahaya, casting, visual efek, dokumenter, dan manajemen produksi. "Proses tindak lanjut dari penyusunan RSKKNI yaitu prakonvensi bertujuan untuk memperoleh kesepakatan bahwa dokumen RSKKNI yang telah disusun telah diterima dan mewakili semua pemangku kepentingan berdasarkan prinsip-prinsip objektivitas, transparansi, dan akuntabel" tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Gunawan Paggaru, mewakili Badan Perfilman Indonesia, menyatakan bahwa dengan tersusunnya SKNNI keseluruhan untuk 13 bidang perfilman, maka perangkat sertifikasi akan terpenuhi untuk seluruh jenis profesi di bidang film, "semoga dengan penetapan keseluruhan SKKNI ini, akan menjadi stimulus dalam peningkatan SDM perfilman baik dari segi kualitas maupun kuantitas." ujar Ketua Bidang Organisasi dan Jaringan BPI.

Tags
Paling Populer
img
2018-08-16 16:35:11
Terbaru
img img img img img img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img