“BINTANG KETJIL”: SELAMATKAN FILM ANAK, SELAMATKAN FILM INDONESIA

2019-08-13 21:10:11

Solo – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm) menyelenggarakan pemutaran dan diskusi film hasil restorasi “Bintang Ketjil” yang diproduksi tahun 1963 pada hari Selasa, 13 Agustus 2019 di CGV Studio Transmart Solo. Pemutaran dan diskusi ini merupakan gagasan Pusbangfilm yang diselenggarakan bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Program Studi Film dan Televisi dalam rangka menyambut Hari Kebangkitan Teknologi.

Restorasi adalah salah satu program Pusbangfilm yang bertujuan sebagai upaya penyelamatan terhadap film Indonesia yang sudah hampir punah dan mengalami kerusakan yang cukup berat. Hal ini tentunya menjadi perhatian bagi pemerintah untuk tetap mempertahankan karya anak bangsa khususnya film-film terdahulu, sehingga masyarakat saat ini juga dapat ikut menikmati dan ditonton kembali.

Arifin, Kepala Bidang Apresiasi, Tenaga Perfilman dan Arsip Film menjelaskan bahwa kegiatan pemutaran dan diskusi film Bintang Ketjil hasil restorasi tidak akan diputar secara umum, hanya di acara tertentu saja, seperti kerja sama dengan ISI Solo saat ini.

Kita juga dalam merestorasi film itu ada pemiliknya. Saat ini masih terkendala umum, nanti kalo seandainya kita putar secara umum dan dikomersialkan secara umum itu tidak boleh, dan nanti akan direncanakan akan kita bawa kepada event-event yang tertentu saja. Dari sini kita akan rencana ke Jogyakarta kalau gak salah ke situ terus ke Medan. Jadi, sementara waktu ini kita belum bisa mempublikasikan secara besar-besaran harus direalisasikan dahulu tapi kita pilih-pilih saja dahulu. Tapi tidak dengan hanya isi saja, cuma kebetulan akademis-akademisnya yang aktif ya isi-isi saja. Mereka itu kita juga banyak di libatkan ke dalam membantu penyusunan program-program yang ada, sehingga dari akademis itu mereka isi lagi dan isi-isi nya aktif. Saya bandingkan untuk dengan yang di bandung dengan yang di jogyakarta di kampus ISI juga dengan akademis, soalnya kita baru transfer itu kita akan ada 5.000 akan rekontruksi lagi setelah ada asuransi rekontruksi lagi, setelah kita tukar tukar tempat setelah di rekontruksi lagi contohnya seperti yang lompat-lompat yang rekontruksi-rekontruksi itu.” ujar beliau.

Film Bintang Ketjil menjadi film kedua yang direstorasi Pusbangfilm setelah Pagar Kawat Berduri tahun 2018 yang disutradarai oleh Wim Umboh dan Misbach Yusra Biran. Bintang Ketjil dipilih karena merupakan film anak Indonesia pertama yang menceritakan tentang keinginan seorang anak yang ingin sekali berkunjung ke kebun binatang bersama orang tuanya, tetapi berakhir kecewa karena orang tuanya selalu ingkar janji. Di sisi lain, film ini menceritakan tentang perjuangan seorang anak laki-laki yang rela bekerja sebagai tulang punggung keluarga yang hanya tinggal bersama  nenek dan kakaknya.

Kegiatan kerja sama ini disambut positif oleh Dr. Drs. Guntur, M.Hum selaku Rektor ISI, beliau mengapresiasi kegiatan ini yang sangat menginspirasi dan mengedukasi. Beliau menyampaikan kesan yang baik bahwa film ini menarik untuk dinikmati bersama keluarga selain sebagai upaya penyadaran orang tua yang kurang perhatian terhadap anaknya, film ini juga menjelaskan secara implisit fenomena yang terjadi saat ini antara hubungan anak dengan orang tua.

Sebelumnya saya tidak pernah merasakan Bintang Ketjil, Bintang ketjil tuh dulu kalau tidak salah sepintas lalu karena kita juga tidak punya uang untuk ke bioskop, jadi ya kita dengar dengar cerita dari teman, jadi secara keseluruhan tidak tahu, kecuali ketika ada obrolan dengan teman teman. ya waktu itu di SMA sih, masih kecilkan jadi kalo itu enam puluh tiga dan saya lahir enam puluh empat, jadi ya belum bisa merasakan bintang ketjil, tapi menurut saya idenya yang luar biasa karena yang namanya pekerja seni apapun itu termasuk film maker kemudian bintang film dan terus sebagainya, menurut saya adalah penjaga dan penangkal nilai, dan sebetulnya orang membuat karya seni itu tidak semata mata ingin memuaskan dirinya sendiri, tetapi juga bagaimana memberi figrasi terhadap orang lain, nah figrasi itu merupakan nilai dan nilai ini yang selalu penting di perjualkan oleh kelas lima termasuk film maker, bintang film dan termasuk institusi-institusi film, ini luar biasa saya kira.”

Beliau juga menyampaikan harapannya untuk perfilman Indonesia saat ini supaya film tidak hanya hadir untuk pemenuhan kebutuhan hiburan dari masyarakat saja, tetapi jauh dari pada itu film di Indonesia mencerminkan nilai-nilai bangsa yang mengedukasi. “Saya berharap untuk perfilman Indonesia, yang pertama film harus hadir mengedukasi masyarakat artinya ada nilai yang memang harus tersampaikan kepada masyarakat, jangan sampai ini yang terjadi disaat ini kita itu sebetulnya film itu justru malah di dikte oleh masyarakat, masyarakat yang saya maksud adalah pasar, pasarlah yang menentukan film ini harus hadir diruang publik, nah ini menurut saya yang harus dilihat keseimbangannya tetapi sebetulnya kalau saya melihat film yang hakekat filmnya itu adalah seni maka sebetulnya itu adalah nilai nilai yang lebih besar daripada persoalan ekonomi yang harus diperjuangkan . saya kira penting bahwa film itu tidak hanya fenomena estetik tetapi juga fenomena edukasi, fenomena bagaimana nilai nilai itu kita angkatkan, bagaimana nilai nilai itu dikembangkan, kita tidak boleh menyerah karena sebetulnya pasar tidak berminat tetapi yang juga tidak kalah penting adalah itu harus kita edukasi melalui film.” tegas beliau.

Pemutaran dan diskusi film Bintang Ketjil kali ini menghadirkan Nana Awaludin sebagai aktor utama; Rizka Akbar dari PT. Render Digital Indonesia; Ni Putu Elly dari Lembaga Sensor Film; Herlinawati dari Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan; serta Tito Imanda dari Badan Perfilman Indonesia. Mereka juga berharap dengan adanya kegiatan ini, perfilman Indonesia kedepannya semakin menginspirasi dan mengedukasi agar anak bangsa terus menonton film Indonesia yang juga sebagai bagian dari apresiasi masyarakat terhadap perfilman Indonesia.

Tags
Paling Populer
img
2018-08-16 16:35:11
Terbaru
img img img img img img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img